Pages

Kamis, 06 Desember 2018

Gua



Rabiul Awwal kali ini aku banyak mendengar tentang Gua. Kisah-kisah yang berhubungan dengan Gua. Ini membuatku merenung beberapa kali, tentang pengasingan.

Aku rasa terdapat beberapa orang –mungkin ramai, yang berharap dalam hidupnya dengan mudah bisa menemukan sebuah Gua. Terlebih ditengah keadaan zaman yang kian rusak ini. Sepertinya Gua bisa menjadi sebuah pilihan untuk seseorang bisa membenahi dirinya kembali, jika pilihan itu memang ada.

Berdialog dengan diri sendiri adalah penting bagi sebagian orang.. ketidakbermaknaan ialah saat ia kehilangan kemampuan berdialog dengan dirinya sendiri, dengan pikirannya. Karena itu seseorang memerlukan ruang dan waktu hanya untuk dirinya (tentu ini berbeda dengan yang dimaksud me time oleh manusia zaman sekarang). Namun tidak banyak ruang yang menyediakan hal ini, sebab orang-orang tidak mengerti kemewahan sebuah sepi dan damainya menyendiri. Karena itu keberadaan Gua bagi sebagian orang adalah tempat yang istimewa tentunya.

Di bulan peringatan ini, seharusnya kita mengingat juga momen penting ketika wahyu turun. Adalah saat situasi nampak begitu rumit dan keruh dalam pandangan Baginda, maka Gua lah tempatnya berlari. Sebab sebagaimana kita ketahui, kesepian adalah syarat penting untuk kita dapat lebih mendengar suara hati sendiri.

Tetapi dimana dapat kita temukan sebuah Gua? Jawabnya ialah hati kita sendiri. Kita harus bisa memunculkan Gua itu dalam hati kita sendiri, tempat kita berlari dikala keadaan kita rasakan begitu rumit dan keruh. Dalam hari-hari-pekan-pekan-bulan-bulan yang kita lalui, mesti ada waktu dimana kita dapat dengan leluasa mendengarkan suara jiwa dan hati itu dengan lebih seksama. Maka jika Gua besar belum dapat kita temukan dan terlalu sulit bagi kita melakukan penyendirian di dalamnya, buatlah Gua dalam diri kita sendiri –waktu waktu pengasingan diri—sekedar untuk kita mengingat kembali tujuan dan untuk apa kita hidup, di tengah keadaan sekeliling kita yang terus menerus membuat kita lupa dan tenggelam dalam ketidakbermaknaan sekaligus kesia-siaan.

 Ciamis di penghujung Rabiul Awwal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar