Pages

Sabtu, 25 Februari 2017

Menyembuhkan Luka Lama

Bukankah menyakitkan?
Mengobati luka yang dianggap telah sembuh
Meski pun di dalamnya bersarang dua peluru
Tidak akan diketahui kecuali membukanya kembali

Hari-hari dilalui sudah dengan warna-warni
Gelak canda akhirnya bersemi setelah satu liter air mata
Dikuras dalam sehari
Itu saja dikira cukup untuk menyembuhkan luka
Meski, rasa sakit yang mereda bukan artinya sembuh luka

Cepat atau lambat luka itu membawa akibat
Semakin lambat, busuk sudah, menunggu masa
Tidak salah kau hancurkan dulu tawamu,
Tunda kesenanganmu hanya untuk beberapa waktu
Sebelum ia meradangi sisa umurmu

Jangan kau pura-pura tidak tahu
Memelihara peluru dalam lapis kulitmu
Menyimpan busuk yang mengintai waktu
Biar.. biar.. biar sakit asal sebentar

Mengoreknya, mengakuinya.
Daripada peluru jadi ganjalan hari-harimu
Dan kau berusaha menikmati kelupaanmu
Memanjangkan tidurmu, mengeraskan gelak tawamu
Tetapi peluru tetap di situ.

Tidak apa sakit sedikit,
Kita obati bersama-sama
Perlahan-perlahan..
Tetapi kita tahu derita ini demi kesembuhan!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar