Tangguh
Takkan kau
menjadi besar kecuali seseorang menjatuhkanmu (bahkan dihadapan banyak orang)
dan kau tidak melawan, karena kau tau perlawananmu hanya akan membuat bencana baru
dan kau mengerti perlawanan sejati hanya antar kau dengan nafsumu. Kadang kau
harus menyerah berkali-kali bukan karena tak bisa menang, tetapi kau tak mau memasuki
arena yang hanya akan memenangkan egomu.
Dik, hidup
tidak menawarkanmu suka cita terus menerus. Kadang lebih banyak luka, dan kadang
juga kecewa berganti-ganti. Kau akan dipaksa untuk Tangguh berkali-kali.
Mungkin hari ini, esok lagi, esoknya esok lagi, esoknya esok esok lagi, tetapi percayalah
takkan pernah selamanya! Roda hidup akan berputar, dan setiap rasa sakit akan
berakhir.
Bersabarlah
ketika kau berada di bawah dan tak satu pun melirikmu, kekuatanmu bukan dari
lirikan mereka tetapi dari keyakinanmu sendiri. Biarkan orang memandangmu
rendah, meremehkanmu, menyepelekan dan mengecilkanmu. Itu semua bagus untuk
mendidik jiwamu yang terlalu angkuh. Rasakan dan nikmati itu meski rasa
sakitnya seperti wajah yang terseret aspal - hebat sekali. Jangan buru-buru
berdiri dan menampakkan kebesaran dirimu meski nyatanya itu kau miliki. Hadapi
dan jalani setiap rasa sakitnya, didiklah jiwamu untuk berdiri lebih dulu.
Jadikan
hiburan itu bukan dari luar dirimu, tetapi lahir dari keyakinan dan hakikat keagungan
jiwamu, tidak peduli berapa yang meninggalkanmu. Selama kau bersama kebenaran,
egomu kau tanggalkan, Allah ada bersamamu menjadi saksi setiap rasa sakitmu.
Dia tidak akan membiarkan hamba-Nya yang besar di hadapan-Nya, hamba yang dikasihi-Nya
merasa sakit dan terluka terlalu lama.
-
Hidup
adalah pil pahit yang tak langsung kau telan, tetapi menetap lama dalam kerongkongan.
Kadang tak kau ketahui kapan ia enyah dan menghilang, hingga kau mengerti bahwa rasa manis bukanlah rasa yang kau tunggu
di kerongkonganmu, melainkan kesembuhan yang kau rasakan dari pil pahit yang
berhasil larut dan mengobatimu.

