Pages

Senin, 28 September 2026

Teguh dengan Maratib

Salah satu anugerah dalam hidup ialah memahami adanya hirarki/maratib, bisa mengetahui urutan (order) segala sesuatu, dan bisa menjalani kehidupan sesuai urutan yang tepat. Mengetahui urutan apa yang penting dan yang prioritas untuk kita lakukan sesuai order yang tepat, dan disiplin memenuhinya adalah sebuah anugerah. Nyatanya, kesemuanya itu tidaklah mudah. Apalagi di era digital dan maya saat ini. Mengetahui order/maratib adalah buah dari ilmu, dan kemampuan memenuhi segala tindakan kita berdasarkan order tersebut adalah adab, buah dari ilmu yang kita ketahui. 

Namun, hal ini tidak mungkin dicapai tanpa adanya tujuan. Bayangkan seseorang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya, alangkah bingung pasti pikirannya, langkahnya, pilihannya, ia akan ikut kemana saja hidup membawanya, mengikuti orang lain, kecewa, mencari lagi pegangan lainnya, kecewa lagi, merasa hidup tidak bermakna karena dia tidak tahu akan memberi makna apa setiap hal yang dilakukan. Sebab dia juga tidak tahu bagaimana mendekati tujuannya. Hidupnya hanya akan terombang-ambing dari tujuan yang satu, ke tujuan berikutnya. 

Tetapi kenyataan lainnya, mengetahui dan memenuhi order itu sendiri tidaklah mudah. Tidak mungkin bisa dilakukan tanpa izin Allah melalui jiwa yang disiplin. Pengetahuan yang tidak diikuti amal juga akan menjadi sekedar pengetahuan, sedangkan pengamalannya itu harus senantiasa diusahakan. Berita baiknya, tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Dibutuhkan niat dan disiplin yang keras. 

Banyaknya pilihan dalam hidup, membuat kita mudah melanggar order yang kita ketahui. Contohnya, kita tahu bahwa prioritas yang sedang kita emban saat ini menuntut kita untuk belajar, bukan bermain, tetapi hanya karena 'ingin', kita memilih bermain. Ini contoh sederhana saja sebenarnya, seperti jaman kecil dulu. Ketika waktu belajar digunakan untuk bermain, banyak PR yang akhirnya tidak kita selesaikan, semua jadi terasa terburu-buru, kena tegur guru di sekolah, dan berbagai masalah lainnya.

Begitu jugalah sebenarnya kondisi jiwa kita yang dituntut untuk mengenali prioritas dan berlaku sesuai prioritas tersebut. Sulitnya di jaman ini, kita mudah sekali tergoda untuk scrolling dan mengkonsumsi informasi yang tidak ada pada prioritas kita. Seolah itu semua penting, padahal kita membayarnya dengan waktu yang seharusnya kita gunakan untuk hal lain yang lebih penting. Alhasil, jiwa seperti apa yang dihasilkan? Kebingungan, urusan yang tidak selesai, keterburu-buruan. 

Inilah mengapa mengenali maratib itu penting, yang sumbernya adalah pengenalan akan diri kita terlebih dahulu, kenal kondisi kita, keinginan kita, tujuan kita, dan keadaan yang Allah tetapkan. Tetapi tidak cukup kenal saja, kenal itu harus berimplikasi pada amal. Tahu apa yang harus dikerjakan lebih dulu, diprioritaskan daripada yang lain, dan apa yang harus sebenarnya kita korbankan. Melakukan hal ini tentu menuntut kesabaran, kesungguhan dan juga pengendalian diri yang tidak sederhana tentunya. Untuk memaluinya, salah satu usahanya mungkin dengan bertanya terus menerus pada diri, "apakah hal ini penting? apakah sudah saatnya dilakukan? apa manfaat melakukannya?"




Tidak ada komentar:

Posting Komentar