There is a hope
Tak peduli seberapa banyak yang menyangsikan kesungguhanmu, meski telah cacat berkali-kali, aku tahu
Tapi binar matamu menyatakan hal lain, bahwa kau mampu, aku tahu
Ribuan orang menjatuhkanmu tetapi Tuhan meridhoi usahamu, seharusnya itu cukup.
Meyalakan api dalam sekam jiwamu yang terlalu dingin untuk disinggahi. Bahkan untuk dirimu sendiri.
Dalam hitam gelapnya, setidaknya ada bara yang mulai dihidupkan lagi.. meski redup setidaknya ia dapat menghangatkan dirimu dalam kerinduan yang memanggil jiwamu untuk mendekat,
Meski ini menyakitkan tetapi mungkin dari sini kau temukan kembali gairah yang terkubur, menerangi hal yang tak tampak disekitarmu.. cahaya kebenaran yang sebenarnya dekat, orang-orang yang menyayangimu tanpa tapi, kehidupan yang nyaman meski tak kau syukuri..
ketika seruan dan ajakan kebenaran kau anggap printah yang memilukan.. larangan dan hukuman kau anggap kungkungan bagi jiwamu yang ingin bebas. Padahal yang ingin bebas hanyalah nafsumu, sedangkan jiwamu selalu ingin pulang, kembali ke tempatnya yang tenang..
Aku tak tahu sampai kapan api dalam dirimu akan bertahan, tetap menghangatkan dirimu melawan dingin dan gelapnya dunia yg dicipta oleh nafsumu sendiri..
Wahai adikku, peperanganmu milikmu sendiri, orang lain datang dan pergi, mengisi mengajak membantu dan berharap, tetapi pada akhirnya pilihan ada padamu. Untuk maju atau kembali, untuk mengikuti atau bertahan.
Kami hanya berharap jiwamu memiliki cukup bekal untuk bertahan, bahkan melawan saat dalam kesendirian.. saat tidak seorangpun menyaksikan perlawanan itu, Tuhan ada bersama jiwamu yang menghendaki kebaikan dan ketenangan sejati. Jika ia kalah, kau takkan pernah benar-benar beruntung. Kau hanya berputar-putar dalam permainan nafsmu sendiri. Sadarilah itu, dan berjuanglah sekali lagi. lebih keras lagi.
Ketahuilah juga wahai adikku, tak peduli berapapun yang hilang dari kami.. kepercayaan, waktu dan materi.. kami tak peduli, selama kami tak kehilanganmu.
Tetapi kami tahu, kau bukan milik kami. Kami hanyalah makhluk yang serba tidak tahu. Kami hanya berusaha menjalankan yang kami tahu, dalam kebingungan yang juga kami hadapi dengan susah payah.. kekecewaan yang kami simpan dan lipat rapat demi mengumpulkan kembali keping harapan.
Kita sama-sama terluka parah, tetapi yang ku tahu, tugas kita hanya berusaha sesuai peran dan kapasitas kita untuk saling menyembuhkan. Lukamu luka kami, mari sama-sama kita obati...
Jikapun ini tidak berhasil, dan peluru hanya terus bersarang dalam luka yang nampak semakin mengering... kami serahkan sepenuh-penuhnya pada Allah Yang Mahakuasa, sebab pada akhirnya kita akan menghadap-Nya masing-masing kan?
Namun ketahuilah wahai adikku, jika kita berhasil melewati semua kesakitan ini... tidak ada lagi kesakitan setelah ini. Hanya hari ini dan hanya di kehidupan ini. Untuk selanjutnya kita nikmati kebersamaan kita di alam yang lebih kekal dan jauh lebih baik dari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar