sedangkan ketika kuputar kembali, semua rekaman itu hampir padaku lagi.
ingin kutuliskan semuanya dengan sempurna, tetapi tak tahu akankah berhasil
saat angin pegunungan menerpa wajahku, dan memaksa kelopak mata lahir dan batinku terbuka tajam.
gumpalan awan dan burung-burung dengan heningnya berputar-putar dan seperti menghiburku.
bagaimana menyampaikan padamu?
ini tidak mungkin jika tidak di sini.
betapa beberapa hari yang lalu, yang kurasakan sebaliknya.
semuanya mengumpul di kepala dan sulit mengatakannya.
kali ini, sinar matahari pagi menyapa kulitku, teduh sekali.
memanggang punggungku. bagaimana mengatakannya? panggang punggung.
mencairkan hati yang dingin, dan larut dalam emosi yang baru.
waktu berhenti, dan kita kembali di sini.
ketika terpejampun, rasanya indah sekali/
meski awan kelabu pun, hati seperti waktu yang berhenti.
perasaanku tak berubah, tetap hangat seperti saat kubayangkan sebelum sampai di sini.
ya, tapi kita harus kembali.
menghadapi sesuatu yang lain, dari bagian yang sama.
bagaimana rasanya aku ingin menulis saja,
dari perasaan yang meleleh, menjadi tinta pena-pena.
sekali lagi kita harus coba menghadapinya,
jika gagal, coba sekali lagi.
akan ada sekali lagi, dari setiap kegagalan.
karena kita tak pernah sama.
kita yang sebelumnya, dan kita yang gagal mencoba.
selama kita masih ada, sekali lagi juga ada.
akan kita rasai lagi, hangatnya sinar matahari seperti waktu itu,
dan burung yang berputar-putar, dan awan yang berarak.
sebab kita yakin.
tidak ada yang lebih besar dari rahmat-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar