Sesuatu yang dianggap bermakna bagi seseorang akan selalu dijaganya,
dirawatnya, dipandanginya, dikenangnya, seakan-akan itu menjadi sesuatu yang
teristimewa untuknya. Tetapi sesuatu yang bermakna untuk seseorang belum tentu
bermakna untuk orang lain. Belum tentu sama orang lain memandangan hal yang
bermakna itu sepertimana orang yang menganggapnya bermakna memandangnya.
Walaupun mungkin jika itu berbentuk benda, orang lain sesungguhnya melihat
benda yang sama. Tetapi perbedaan perlakuan, sikap, cara orang yang satu terhadap
benda tersebut akan memberikan kita satu informasi penting, bahwa nilai benda
tersebut berbeda bagi dua orang itu. Apa yang membedakan? Makna. Mata mereka
melihat benda yang sama, tetapi makna akan membuatnya berbeda. Makna memberikan
pemandangan yang lebih dari sekedar apa yang dilihat oleh mata, makna
memberikan rasa yang lebih dari sekedar manfaat yang bisa dihasilkan dari sang
benda. Bisa saja benda yang dianggap bermakna adalah benda yang justru tidak
bisa digunakan sama sekali, atau sudah tidak bisa lagi digunakan yang berarti
sebelumnya bisa digunakan. Makna memberikan suatu hal yang lain. Makna. Dimana
makna itu? mungkin ia menemani sepanjang perjalanan benda itu sampai kepada
pemiliknya, atau mungin ia ada ketika benda itu ada juga. Makna bisa lahir
karena sejarah, makna bisa lahir karena kenangan, atau makna bisa juga hadir
saat itu juga, karena saat itu bermakna dan benda itu berada di sana, bersamaan
dengan terjadinya kejadian yang bermakna. Dan akhirnya seseorang akan memilih
dengan lebih memperhitungkan makna daripada apa yang mampu diukur matanya, apa
yang nampak menjadi tidak begitu berharga dibandingkan suatu hal yang lebih
memberikan makna baginya. Dengan begitu ia merasa hidupnya akan lebih berarti.
Bagaimana sesuatu itu seharusnya hingga ia dapat disebut bermakna?
Makna lahir pertama kali dari pemaknanaan dari makna itu sendiri. Semoga
makna bagiku adalah makna yang bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar