Begitu sulit kurasakan
Menjaga hati dalam kesucian
Berat betul segala cobaan
Yang hendak nodai hati dengan kefanaan
Perjalanan mencari makna yang tidak mudah, saat satu pintu terbuka
begitu banyak pintu lain yang ada di dalamnya, tanpa pentujukMu, aku pastikan
celaka.. memilih pintu yang menghantarkanku pada nestapa, dan bahagia yang
semu..
PadaMu Yaa Allah,
Kusadari langkah ini kian berbelok,
Takku rasai lagi damai yang elok,
Mengisi jiwaku yang kering hampa,
Dalam terangnya siang dan malam yang gulita.
Untuk apa segala yang kulakukan kini jika tak mendekatkanku padaMu,
Untuk apa usahaku ini jika tak kudapati bahagia jua,
Untuk apa segala kukorbankan namun Cinta tak kunjung kudapatkan..
Apakah hatiku kian bernoda karena debu yang meninggi?
Apa yang kucari sudahkah kutemui?
Mengapa hati ini merasa semakin hampa dan sepi?
Tak kulihat juga wajah-wajah berseri,
Yang menandakan kasih yang suci..
Sudahkah jauh langkahku dariMu?
Tak sadarikah aku selama ini,
Tidak mencari apa yang sebenarnya dicari,
Aku tersesat dalam ‘pesona’ dunia,
Aku satu diantara mereka yang sama,
Yang tak memiliki obor api cinta..
Ingin kuulang cerita
Tak sampai disini dengan cara begini
Ingin aku pulang pada pertemuan yang dulu-dulu
Saat takku hiraukan mata-mata yang mengawasiku,
Asyiknya menjamu cintaMu
Kalaulah aku boleh memilih,
Jika bertambahnya ini tidak membuatku semakin mengenaliMu,
Cukupkan saja sampai disini,
Dan buatlah apa yang kupunya ini sampai kepadaMu,
Jika yang kupunya ini tidak membuatku berkonsentrasi kepadaMu,
Pulangkan saja semuanya dan ambil dariku,
Biarkan kesunyianku berganti dengan kehadiranMu,
Jika yang kuingini tidak atas dasar karenaMu,
Jangan pernah berikannya untukku,
Biarkan kesedihanku mengeja maksud dan kehendakMu..
Ingin rasanya aku lepaskan semua yang ada padaku,
Tak ingin terlibat dengan urusan dunia yang melenakanku,
Ingin rasanya kupergi jauh dan tak pikirkan semua,
Mengurus diriku untuk kepulanganku kepadaMu,
Ingin rasanya menenggelamkan diriku
Dari segala tanggung jawab yang ku tak mampu,
Membenamkan diri pada dzikir panjang yang mengingatiMu..
Tapi kusadari bukan begitu cara mendekatiMu,
Kau jadikan semua bukan dengan sia-sia,
Kau hadirkan semua ada maksud dan tujuannya,
Kau pilihkan semua untukku mencari makna,
Kau rancangkan semua karena aku menyanggupinya.
Aku terlalu takut, melihat hati.
Mungkin kondisinya sudah begitu pilu,
Sudikah Kau bukakan lagi pintu, untukku memperbaiki yang lalu?
Melangkah dengan pasti tanpa pernah melepasMu,
Memang tidak mudah tetapi masih ada waktu,
Merubah semua tanpa takut kehilangan,
Menjalani semua dengan keadilan yang mapan,
Aku yakin aku bisa menata hati,
Selagi kutemukan cintaMu jauh didasar hati,
Biarlah harus kehilangan,
Segala yang pernah kucapai hingga hari ini,
Semakin berat semakin kurasai perjuangan,
Melepas dunia dan menemui makna hakiki.
Allah…. Bantu aku terus mengingatMu,
Dalam diam dan gerakku, dalam jalan dan lariku,
Dalam sibuk dan lapangku, dalam senja dan pagiku,
Dalam tangis dan tawaku, dalam senang dan deritaku,
Dalam hujan dan panasku, dalam mulai dan akhirku,
Dalam renungku dan dalam lengahku,
Hanya ada wajahMu, hanya untuk menghadirkanMu,
Tiada tujuan lain, tiada alasan lain, tiada yang memenuhi isi hatiku,
Selain diriMu.. Allah bantu aku untuk iklhas, bantu aku membersihkan
hati ini..
Aku takut cahayaMu enggan masuk karena kekeruhan hatiku,
Karena ketidak ikhlasanku, karena ambisi pribadiku..
Allah sirami hatiku dengan ridho dan rahmatMu……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar