Pages

Minggu, 29 September 2013

Anak-anakku



Anak-anakku

Betapa bergantungnya aku pada kalian,

Harap berjuta jiwa menelusup dalam citamu di masa depan,

Meminta seberkas cahaya menghangatkan bumi impian,

Sehingga semangat berjumpa lagi dengan kehidupan.



Anak-anakku

Ketahuilah dalam diri kalian ada jawaban masa depan,

Nampak dari mata kalian yang penuh dengan kilatan,

Saat keduanya beradu terasa begitu sulit melepaskan,

Melaluinya kalian ajak aku mengunjungi masa depan.



Anak-anakku,

Ntah bagaimana menyampaikan,

Kepiluan hati dan kekhawatiran.

Yang hinggap setiap pagi sebelum perjumpaan,

Apakah aku layak mengambil bagian kehidupan,

Mendampingimu dalam pertumbuhan,

Mengisimu dengan berbagai kesan.



Anak-anakku,

Yang dunia butuhkan bukan sekedar beragam hafalan

Jika makna tidak hadir bersamaan

Bukan hanya pelajaran hitung-hitungan

Jika akhlak karimah tidak diperhitungkan

Bukan nilai tinggi yang terdepan

Jika tidak dipupuk keikhlasan



Anak-anakku,

Kenalilah Tuhan,

Dalam pikir dan tindak kalian,

Harapkan Ia membersamai langkahmu,

Dalam beragam jenjang kehidupan.

Aku dan semua manusia hanyalah penghantar,

Bagi kehidupan yang sebenar.



Anak-anakku,

Kekhawatiran ini kusimpan rapat,

Meski dalam setiap tatapan ia nampak sarat.

Tapi apalah aku ini mampu bertempat,

Jikalau ibu-bapak tidak sepakat.



Yang tertanam tak tumbuh subur,

Mati dalam tanah yang kering.

Harapan besar tak tergapai,

Sirna tak berbekas tersapu badai.

Semoga Allah tetap menghitungnya sebagai amal sholih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar