Bagaimana cara yang pantas menghargaimu
Sedangkan mengajar kau selama ini dengan diammu
Inginku, kau ketahui
Setiap kata dari jemarimu adalah sesuatu yang selalu kutunggu
Sebab tiada dari yang kau utarakan itu tertinggal untuk masuk dalam batin jiwaku
Seakan setiap huruf memiliki tajamnya pedang
Yang menancap ke dalam hati
Dan membangunkan pemiliknya yang hampir mati
Tusukan demi tusukanmu itu menghidupkan, guru.
Dan pada ketika kuketahui hikmah yang terpancar itu
Adalah dari sari buah deritamu
Batin dan inderaku menangis
Seberat itu Allah mendidikmu. Mendidik keluargamu.
Ingin rasanya kusampaikan puji-pujianku.
Tetapi aku malu. Sebab ia hanya berhenti sampai di situ.
Belum mampu ia sepenuhnya meneladanimu.
Namun kuberharap juga pada masanya,
Allah menyingkap sebagian tanda cintaNya padamu
diperlihatkan oleh-Nya, sekumpulan malaikat dan manusia yang begitu mengagumimu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar