Pages

Kamis, 04 Oktober 2018

bara yang masih malu-malu

bukan cuma kayu untuk menjadi tungku
melainkan bara itulah sebagai titik tumpu
inti menghidupkan dan akhirnya menjadi
aku tidak pernah berkecil hati
tentang daftar kekurangan yang kita miliki
sebab bara-bara itu ada pada mata--matamu
mulai menyala meski redup,
menunggu lebih banyak angin dan keyakinan
bisa jadi yang lain menangisi kondisi kita ini,
tetapi aku bergetar saking bahagianya
sebab bara telah pun kita punya
itu hidup dalam sanubarimu yang terpantul jelas di pupil matamu
hanya yang masih kuragu sedikit
usaha akankah membuatnya memerah atau menggelap
orang-orang menyangka aku berputus asa
sebab api tidak pernah membesar
dan asap tidak kunjung menghitam
bukan itu, sungguh. maukah kau dengar sumpahku?
tetapi bagaimana membuatnya mendidih dan matang sendiri

sekarang kita telah pun membuatnya hidup,
kumpulan bara - bara - redup
dan angin keyakinan, telah pun berhembus
membawa berita baik sekaligus harapan
ia datang dari pegunungan yang berkeliling
menunggu kita memulainya
dari awal tidak mengapa.
sebab bukan api yang kita cari,
tetapi masaknya yang dapat kita nikmati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar