Pages

Kamis, 18 Oktober 2018

Cerita untuk Alya



Duhai adik tersayangku,
Bersabarlah engkau!
Tidak ada yang lebih cemerlang dari pendar matamu,
Ketika kita berbincang soal mimpi dan cita-cita.
Tidak ada yang nampak lebih gembira ketimbang dirimu,
Ketika kita merencanakan sebuah dua buah rencana mulia.
Kau selalu menyambutnya paling dulu,
Saat yang lain bahkan masih mempertanyakannya.
Inisiatifmu memperlihatkan jiwa yang hidup,
Kata-katamu menyatakan ketulusan dan kesungguhan.
Seakan kau tau betul semua harap di dalam hatiku,
Padamu dan pada kita.
Seakan kau mengerti betul, betapa ingin semuanya kuluahkan,
Sebab dada terasa sempit menyimpannya terlalu lama.

Kau tahu, dik
Tidak ada yang sepertimu.
Kau berbeda untukku dan tentu,
orang-orang yang mengenalmu juga tahu

Namun kini sabarlah engkau, dik.
Tuhan mengujimu –sebab kau telah menjadi mampu,
Memang semuanya pupus dan berubah terlalu cepat!
Langkah yang terhenti, gerak yang tak mampu kau lakukan lagi
Suara merdumu –yang padam tanpa permisi.
Bentuk tubuh yang tak mampu kau tangani,
Berbaring engkau berhari-hari..!


Kau tahu,
Kau terlalu kuat untuk semua itu
Dan kau tahu,
Boleh jadi orang-orang tidak lebih beruntung dari dirimu.
Juga aku. yang sering lalai dan lali.
Ketahuilah, Dik..aku bersaksi
Allah ingin menjagamu,
Menjaga kesucian dan kemurnian jiwamu,.
Mengekalkan semangatmu, mengawetkannya dalam batin yang bersih.
Lebih bersih dari langit pagi hari, iya itulah jiwamu

Berjanjilah.
Wajah ceriamu jangan pernah kau ganti,
Pendar kobaran semangat dalam pupil matamu,
Jangan pernah kau menghapusnya dengan air mata.
Jangan..jangan kikis keyakinan yang sudah terpupuk tebal dalam jiwamu
Terpatri begitu dalam lantas terpantul oleh senyummu itu !

Aku juga berjanji. akan memastikan hal ini sekali dan sekali lagi.
Ketika kubawa cerita-cerita baru untukmu,
Untuk mencuri-curi kesempatan menatap ke dalam matamu,
Saat kalimat demi kalimat dengan lantang kubaca..
Satu demi satu buku-buku kuselesaikan,
Dan kubuat jeda-jeda panjang untuk sebuah tujuan.
Mencari pendar yang tak boleh memudar
Menyaksikan kembali senyummu yang tiada dua

Agar kuyakin, yang tersimpan di dalam dadamu
Masihlah keyakinan dan semangat yang sama
Tiada dia akan berubah, kecuali bertambah tinggi dan gagah.
Sebab kuyakinlah hai Dik
Ada sebab Tuhan memberikan hadiah istimewaNya
Hanya kepadamu dan bukan pada yang lain,
Tentu dibalik hati dan jiwamu itulah tersimpan rahasiaNya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar