Tidak satu pun tahu
Betapa bahagia hadir di majelismu, guru.
Pancar cahaya dari teduhnya wajahmu, sudah dapat menenangkan kalbu.
Bagaimana bila dapat kutangkap jua,
Cahaya dari lisanmu saat berkata-kata.
Menjelaskan yang rumit lagi musykil,
Menjadi amat sederhana..
Mematri makna di kedalaman jiwa, bukan semata karena hati yang terbuka,
Melainkan pancaran cahaya dari kesungguhan batinmu juga yang berdaya.
Menyingkap kerak2 noda
Yang tertelan lama dalam alpa
Seandainya bisa kurasakan, lebih lama.....
5 November/ 19 Rabiul Awal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar