Kau tahu, selayaknya tubuh kita, jiwa kita juga punya anatomi? dan selayaknya pendidikan yang berguna bagi akal kita, jiwa kita juga perlu dididik.
"bagaimana mendidik jiwa?"
melalui apa yang tidak kita sukai, di dunia ini. dan terkadang, apa yang tidak bisa kita pilih.
"aku tidak mengerti"
terhadap hal yang kau sukai dan bisa kau pilih, kau bertanggung jawab dengannya melalui akal, jiwa dan hatimu sekaligus dan kau mendapat bayarannya. tetapi terhadap apa yang tidak kau sukai, yang di luar dari kehendakmu, itu adalah didikan bagi jiwamu. mungkin kau tak bisa memilih atau keluar dari kondisimu kepada kondisi yang kau inginkan, tetapi selama jiwamu menyikapinya dengan baik dan benar, jiwamu akan naik tingkat. seperti saat akalmu bekerja keras ketika ujian kenaikan kelas.
"apa yang kau maksud dengan sikap yang baik dan benar?"
diantarana ikhlash dan sabar. itu kerja hati yang tidak mudah dan bahkan kadang terlalu berat.
kau kira apa yang membuat seseorang menjadi "besar?"
"kerja kerasnya."
betul, terutama kerja keras yang lahir dari keadaan yang tidak bisa mereka pilih. kondisi keluarga, ekonomi, fisik, lingkungan mungkin --yang biasanya melekat dengan diri kita.
"begitu ya. pilihan tidak selalunya membawa hal baik bagi jiwa kita?"
benar. terlalu banyak pilihan terkadang membuat kita kehilangan tujuan.
"contohnya?"
aku tidak sedang berkata bahwa pilihan itu buruk. tetapi kadang jiwa kita tidak cukup siap dan cerdas untuk mendapat pilihan yang tepat.. kau tahu kenapa orang-orang modern mudah lupa dan kelelahan?
"tidak--sepertinya,"
teknologi terkadang memberikan mereka begitu banyak pilihan yang seharusnya tidak mereka pilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar