"Sabar dan bertahan..."
pesanku pada adikku, dan tentunya diriku sendiri. jika kita menghadapi situasi yang bagi kita sangat tidak mengenakkan, dalam waktu yang entah, bersabarlah. bukan maksudnya kita harus berdiam diri dan menerima "nasib" begitu saja. bersabarlah meski kita sudah berusaha berkali-kali dan keadaan belum berubah. bersabarlah. sampai kapan? sampai entah.
"roda hidup itu pasti berputar de, sabar atau tidak diri kita. kita ingin, ketika dia bergerak (roda hidup), kita dalam keadaan bersabar"
ya, karena itu kita harus bersabar dalam masa yang entah. sebab tiada malam yang abadi. gelap malam kan berganti terang pagi, itu sunnatuLlah. masalahnya adakah ketika roda bergerak kita dalam keadaan bersabar? jangan sampai pergerakkan kita malah menyeberangi roda yang sedang berputar itu.
bersabar di sini maksudnya ialah, bersabar dari jalan-jalan pintas yang tidak seharusnya kita tempuh. karena bosan dengan keadaan kita yang tak kunjung berubah. kebosanan mungkin karena kita tak dapat melihat masa depan, kalau kita bisa melihat masa depan yang jauh berbeda dengan keadaan kita sekarang, mungkin kita memilih untuk menikmati masa susah kita, masa tidak enak kita, karena kepahitan di masa sekarang bisa jadi kemanisan di masa depan.
"bersabar dek, bersabar... kalau kata Allah kita harus bertahan, kita bertahan. sebab ujian punya masa. hidup kita juga punya akhir."
"kalau kita jadi anak baik, meskipun di dunia kita belum bisa membahagiakan kedua orang tua kita secara materil, kita masih punya kesempatan membahagiakan mereka di akhirat. kita bisa berusaha untuk menjadi jalan bagi syurga mereka. tapi kalau di dunia kita juga gak jadi anak baik, sudah pun belum tentu kita bisa membahagiakan mereka di dunia, kita juga kehilangan kesempatan membahagiakan mereka di akhirat, kebahagiaan yang sifatnya lebih kekal"
hari ini, 17 Ramadhan 1443 H. Allah menjadi saksi air mata kita yang tumpah karenaNya dek. dalam setiap tetes itu, merekam dzikir kita, ketika kita meminta dan memohon ampun pada Allah, atas apa yang kita alami dalam senja menunggu buka. mungkin ini adalah air mata ter-deras dari sekian waktu yang kita lewati, tetapi di sini Allah membagi kuasa-Nya. bagaimana Dia membolak-balik hati. kita merasakan-Nya, dan tentunya kau akan senantias mengingatnya. bagaimana kerasnya hati dan kepedihan yang luar biasa diguyur kasih sayang dan kelembutan-Nya. kita merasakan keajaiban itu Dek. betapa ajaibnya. itu diantara bentuk sedikit hikmah yang Dia bagi, masih banyak lagi dan kita harus jeli. semoga kau sanggup bertahan dengan bersabar sampai hikmah-hikmah itu kau singkapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar