bagaimana jadinya jikaku memilih saja untuk menemani eyang di waktu-waktu tertentu?
bagaimana jadinya jika aku lebih bersabar menghadapinya?
bagaimana jadinya jika aku memilih untuk menurut daripada menuntut?
bagaimana jadinya jika aku lebih sering tidur bersamanya?
bagaimana jadinya jika amarah-amarah kuubah saja jadi tawa?
bagaimana jadinya jika aku lebih sering ada bersamanya ketika dia meminta?
apakah semua nampak sulit karena mimpi-mimpiku?
jika ia adalah mimpi terdekatku, apa yang sebenar-benarnya hendak kukejar?
mari kita cari jawabannya, untuk semua tanda tanya ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar