Pages

Minggu, 08 Desember 2024

Diantara yang Lalai

 Di antara yang lalai

Diantara yang lalai, aku masih bersyukur Kau memilihku menjadi aku di hari ini.

Memilihku memasuki kehidupan yang sama sekali berbeda, tetapi tidak lebih baik hakikatnya.

Kehidupan yang didamba orang-orang tetapi jauh dari-Mu. Buat apa?

Aku melihat kelalaian yang lebih mengerikan, daripada kelalaian milikku sendiri.

Aku menjadi tidak peduli, kecuali keselamatanku sendiri.

Aku tidak bisa mengerti kenapa ada dunia yang begitu bising tetapi bisa dinikmati?

Aku menjadi takut, kegemaranku mengejar dunia membuatku bisa menikmati kebisingannya juga.

Lekas-lekas kudirikan shalat malam, padahal sebelum-sebelumnya begitu susah.

Jangan, aku takut Tuhan. Takut jauh dari-Mu.

Hidupku perih, miskin dan susah. Tetapi setidaknya itu mengingatkanku bahwa dunia ini sementara saja. Mengingatkanku akan harapan kehidupan berikutnya. Mengingatkanku pada-Mu.

Penderitaanku adalah alasan satu-satunya yang membuatku bangkit dan tobat dari kelupaan. Kalau bukan karena derita-derita itu, apakah aku bisa mengingat-Mu?

Ya Tuhan, jangan buat hatiku lebih lalai lagi. Adakah derita yang lebih buruk dari pada ini?

tidak ada. bahkan kemiskinan, kesusahan, ujian, kesakitan.

Apa enaknya hidup senang namun lalai dari-Mu? dari hakikat kehidupan? dari kehidupan berikutnya? duh, aku sungguh takut.

Terima kasih Ya Allah, 

setidaknya aku tahu, bahwa kelalaianku masih mendapat kesempatan memperoleh Rahmat-Mu.


Jakarta, 9 Desember 2024 | 2.07 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar