Pages

Selasa, 10 Desember 2024

Luka yang Sembuh

 Kuamati lekat-lekat orang-orang di hari ini

Apa yang membuat kita sama? karena nampaknya begitu berbeda

Dari ujung rambut, sampai ujung kuku

Apa yang bisa kupetik dari perbedaan kita?

asyik sekali, memperhatikan.

Apa maksud Tuhan meletakkanku di sini? 

Pada dimensi yang berbeda, jarak dan semuanya

Tidak seperti jiwa yang kueja selama ini,

Ini jiwa yang mana?

Mengapa di atas tanah yang sama, terdapat dunia yang begitu berbeda

aku bertanya-tanya.

Bagaimana mengingatnya? Apa yang kupelajari selama ini macam tak berarti.

Ironis sekali, ketika sampai di sini.

Padahal ini baru gerbangnya, tak tertarik lagi aku memasuki lebih dalam.

Cukup sampai di sini, hatiku tak lagi nyaman.

Gemerlap yang sampai pada renungan,

Bukan tenggelam tetapi menjadi pelajaran.

untuk tak meneruskan,

Apa enaknya hidup begini, dipalingkan jauh sekali.

Aku semakin ingin pulang, pada ketenangan sejati.

Kebosanan menceritakan padaku, ada warna lebih indah,

dari warna-warni dunia, yang tak habis ditelusuri

sedangkan usia memiliki batasnya sendiri,

apakah akan kau ikuti, atau lebih percaya Khabar Para Nabi?

tak perlu terlalu jauh,

buka kembali lukamu yang baru meradang, 

dan lihat bagaimana ia menutup perlahan,

adakah itu usahamu?

Tanda itu memang ada pada dirimu, jangan habiskan usia mencari

bukankah ia terlalu jelas, untuk diyakini bahwa kau senantiasa diawasi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar