Pages

Sabtu, 23 Februari 2013

10 Januari 2013



Kadang diri berada dalam kebimbangan luar biasa, hendak kemana langkah ini harus dibawa? Bagaimana cara menempuh perjalanan yang begitu mencabar dengan minimnya kesempatan menguasai kendali diri dengan ilmu.

Apa yang pernah sampai ke dalam jiwa, singgah di sana maupun meluap bersama karbondioksida yang keluar dari paru-paru adalah sesuatu yang berharga, yang menentukan letak diri dan pembentukan diri di masa yang akan datang. Perlu waktu untuk merangkumi semua, memahami, menetaskan makna yang bisa menambah penerangan dalam mengarungi jalan kehidupan ini. Gairah yang begitu besar, tidak akan menjelmakan ini semua tanpa kesabaran dan keikhlasan. Tidak semua orang mengetahui apa yang bersemayam dalam dada, untuk menciptakan suasana lingkungan maupun kondisi yang kondusif untuk pemahaman itu menjadi padu dan utuh. Sungguh perlu perjuangan. Di sinilah kesungguhan itu diuji.

Terkadang mudah memang menyalahkan keadaan, mudah mengkambing hitamkan sesuatu di luar diri untuk melegalisasi diri yang tidak berkembang. Seribu alasan disiapkan untuk memantaskan diri pada kondisi yang buruk. Ah, kalau saja nampak dipelupuk mata bagaimana perjuangan para Nabi, para ulama’ dan para wali.. ntah bagaimana bentuk rasa malu itu, bahkan untuk memperakui diri sebagai pengikutnya. Sungguh miris memang, tidak seberapa keadaan diri ini dibandingkan yang dialami mereka semua, pantas kehidupan mereka sampai sekarang masih menjadi penerang bagi beratus tahun zaman setelahnya. 

Bangkitlah dan lakukan yang terbaik, isi setiap detik dengan hal yang memberikan sumbangsih kearah percepatan tujuan. Jangan menyesali keadaanmu, sungguh dari keadaan itu kau akan mengetahui dimana kau akan diletakkan, dimana tempatmu dan maksimalkanlah peranmu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar