Allah Maha Besar, Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu
Akbar!
Seperti mimpi apa yang sampai malam ini kepadaku, masuk melalui
pancainderaku dan menyusupi relung-relung hatiku yang merindui sesuatu itu
sejak lama. Setelah apa yang kualami beberapa waktu ini, beberapa hari ini,
beberapa bulan ini, yang terasa lama sekali. Dan hampir aku rasa hatiku mati
karenanya.. begitu menyakitkan tetapi sekaligus memberi kenikmatan karena itu
semua memaksaku semakin mendekatkan diri padaNya.. Kebingungan kegundahan hati
kegelisahan adalah jalan menemukan semua tanya yang singgah di dalam jiwa.
Teringat perjalanan kecilku, yang sebentar namun menggoreskan makna
yang tidak sedikit. Dua tahun, ya saat aku menemukannya dalam sudut lemariku,
merasakan jiwa yang basah ketika membaca setiap katanya, bahkan sesekali
terisak dan tidak sanggup melanjutkan. Kujabani hati yang menuntut untuk
mendapatkan lebih dari sekedar kata-kata. Kukenali sosok dibaliknya dan
kuseperti dimabukcinta yang terus menagih untuk terus menyelami maknanya. Bagai
melihat apa yang selama ini tidak nampak, begitu kutemui makna, ia belai lembut
lubuk hatiku. Ia ajari aku banyak hal yang tidak kumengerti sebelumnya. Tentang
hidup. Tentang bahagia. Tentang cinta. Bagaimana aku bisa tidak dimabuk
cintanya??
Berbagai pilihan datang silih berganti, menawarkan yang lebih menawan
dan lebih pasti. Namun apalah daya jika cinta yang berbicara. Kutak sanggup
berpaling dari pesonanya.
Pernah diri terjatuh berulang kali hampir menyesali semua, jungkir
balik menyusun makna membentuk sebuah rupa. Namun dosa, namun luka membuat
semua kabur dan menghadirkan derita. Kadang
lelah dengan langkah melayang, tau tujuan tetapi tak tahu dimana posisi berada.
Hampir putus asa kurasa jua, namun keyakinan melebihi semua. Kubenahi apa yang
masih tertinggal dan kumelangkah lagi dan lagi.
Allah, Kau menjadi saksi atas setiap kilat yang menyambar hatiku.
Yang tak bisa kutuangkan pada siapapun selain diriMu.
Yang tak bisa minta perhatian manusia yang serba taktahu.
Jatuh bangun aku menegakkan yakinku.
Siang dan malam aku memohon pencerahan dariMu.
Sepertiga malam kubuat penyesalan.
Namun Kau selalu hadirkan hadiah dalam setiap kesabaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar