Pages

Kamis, 28 November 2013

Seperti Kuncup



Seperti kuncup teratai yang bermekaran hari ini 
Bumi berbahagia melalui pesona pagi yang ditampakkannya
Jejeran buktit mulai berani menunjukkan rasa percaya diri
Rekah senyum mentari, dirasai hingga miliaran penghuni inti bumi


Seperti gema tawa anak-anak yang bermain bola sepak di penghujung senja
Menggetarkan semesta yang tak pernah alpa mengingat-Nya
Hingga hilang derita matahari yang hendak meninggalkan bumi
Terlupalah langit dengan beban dan segala duka yang menunggangi
Berganti mega kemuning yang menyirami atap-atap rumah dusun dan desa
Menghinggapi penduduknya rasa yang tak dijumpai dalam kamus bersenti-senti


Seperti itulah saat kau lahir di muka bumi
Membawa rahmat bagi semesta
Mewujudkan perasaan paling bahagia seorang Ibu!
Yang disambut luapan harap dan doa penghuni langit dan bumi


Membawa kembali detak semangat zaman yang kian rapuh
Mengaliri berkah di sudut-sudut yang tandus dan kering
Menghidupkan tetumbuhan yang nyaris mati
Menerbitkan bisingnya pekikan makhluk di belantara hutan
Betapa kehadiranmu menjadi kabar terindah!!




Seperti tawamu di hari ini dan masa depan
Ketika segala harap tak tertunaikan,
Dan dari gelapnya dunia tak kau tangkap petaka,
Saat tugas dilalaikan, saat kehidupan kau jadikan segalanya,
Saat tak kau indahkan lagi segala maksud Tuhan,
Saat kau alpai tanggung jawab utama.
Dan semesta hampir menjumpai keputus asaan
Gegap gempita berganti kesedihan tak berkesudahan
Ilalang tumbuhan menunggu ajal
Reptil mamalia menanti kenestapaan
Lainnya hanya tinggal giliran
Bila manusia lupa tujuan


Apalah arti, peringatan yang setahun sekali
Jika diri tak pernah betul memaknai,
Sudahpun Dia bilang hidup hanya sekejap
Kita masih saja nyenyak dalam lelap.


(seluruh foto diambil dari kamera hp pribadi, tanpa proses editing)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar