Jika seorang wanita telah dengan susah payah,
Melahirkan bayinya dengan perjuangan setengah mati
Lalu dibesarkannyalah anak itu
Diajarinya banyak hal, dididiknya sepenuh jiwa
Disematkan harapannya itu melalui didikannya
Siang malam dipikirkannya, dikhawatirkan keadaannya
Hingga sang anak tumbuh semakin besar
Disekolahkannya di sekolah terbaik
Tak peduli berapa pun materi yang harus dirogohnya
Dipenuhi segala permintaannya
Meski segala harapan sang wanita, tak diindahkannya
Terus bertumbuh.. tak terkira tenaga, materi, pikiran,
Habis mengantarkan jenjang-jenjang kehidupan
Hari berganti pekan, bulan berganti tahun
Demi Kau, Nak..
Demi kebahagiaanmu,
Belahan jiwanya rela dilepasnya demi cita sang anak
Menahan segala sesak yang tersangkut di dada.
Demi Kau, Nak..
Hingga sang anak berjaya dunia
Dilupakannya wanita yang telah renta
Ia hamburkan kuasa menebus dahaga sejak lama
Bergembira ia di atas perih ibunda
Betapa sakitnya.. habis sudah semua deminya.
Harap berganti kecewa
Lupa segala, sang anak telah buta
Hilang semua, merasa seorang diri diraihnya segala
Hancur hati Emak, lebih daripada beling dibanting ribuan kali..
........................
Apalagi Tuhan?
Telah DIA ciptakan semesta untuk manusia
DIA beri kesempatan anak adam mereguk syurga
DIA jadikan bumi pemukiman sempurna
Miliaran bintang dalam galaksi yang miliaran
Rezeki dilimpahiNya bertubi-tubi
Tubuh dipinjamiNya indah sempurna
Syurga dijanjikanNya habis semua
Demi kebahagiaan hambaNya semata
Tapi apa balas insan alpa?
Yang dipinjam, dianggap miliknya
Kekayaan disangka hasilnya
Kesenangan keharaman dilazimkannya
Sang Pencipta, Sang Pencinta dilupakannya.
jika kekecewaan seorang Ibu telah menjadi apa-apa
apalagi Tuhan?
DIA Mahapenyabar. Menanti, memerhati ulah anak adam, berbangga dengan
segala milikNya, yang tidak pernah menjadi miliknya.
Astaghfirullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar