Pages

Kamis, 29 Mei 2014

Apalagi Tuhan?


Jika seorang wanita telah dengan susah payah,

Melahirkan bayinya dengan perjuangan setengah mati

Lalu dibesarkannyalah anak itu

Diajarinya banyak hal, dididiknya sepenuh jiwa

Disematkan harapannya itu melalui didikannya

Siang malam dipikirkannya, dikhawatirkan keadaannya

 

Hingga sang anak tumbuh semakin besar

Disekolahkannya di sekolah terbaik

Tak peduli berapa pun materi yang harus dirogohnya

Dipenuhi segala permintaannya

Meski segala harapan sang wanita, tak diindahkannya

 

Terus bertumbuh.. tak terkira tenaga, materi, pikiran,

Habis mengantarkan jenjang-jenjang kehidupan

Hari berganti pekan, bulan berganti tahun

Demi Kau, Nak.. 

 

Demi kebahagiaanmu,

Belahan jiwanya rela dilepasnya demi cita sang anak

Menahan segala sesak yang tersangkut di dada.

Demi Kau, Nak..

Hingga sang anak berjaya dunia

Dilupakannya wanita yang telah renta

Ia hamburkan kuasa menebus dahaga sejak lama

Bergembira ia di atas perih ibunda

Betapa sakitnya.. habis sudah semua deminya.

Harap berganti kecewa

Lupa segala, sang anak telah buta

Hilang semua, merasa seorang diri diraihnya segala

Hancur hati Emak, lebih daripada beling dibanting ribuan kali..

 

........................

Apalagi Tuhan?

 

Telah DIA ciptakan semesta untuk manusia

DIA beri kesempatan anak adam mereguk syurga

DIA jadikan bumi pemukiman sempurna

Miliaran bintang dalam galaksi yang miliaran

Rezeki dilimpahiNya bertubi-tubi

Tubuh dipinjamiNya indah sempurna

Syurga dijanjikanNya habis semua

Demi kebahagiaan hambaNya semata

 

Tapi apa balas insan alpa?

Yang dipinjam, dianggap miliknya

Kekayaan disangka hasilnya

Kesenangan keharaman dilazimkannya

Sang Pencipta, Sang Pencinta dilupakannya.

 jika kekecewaan seorang Ibu telah menjadi apa-apa

apalagi Tuhan?

DIA Mahapenyabar. Menanti, memerhati ulah anak adam, berbangga dengan segala milikNya, yang tidak pernah menjadi miliknya.  

 

Astaghfirullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar