Pages

Selasa, 15 Juli 2014

17 Ramadhan 1435 H

Jutaan drone mungkin telah tumpah 
Menjadi kilat yang menerangi langit Ghaza di malam hari
Tak terhitung sudah darah syuhada bersimbah
Di atas tanah anbiya yang diberkahi

Sebagian mata dunia mulai terbuka
Setelah ribuan korban syahid turun temurun
Sebagian lagi membiarkannya tetap buta
Tertutup hati yang berkarat puluhan tahun

Tangis pecah dibungkam ledakan rudal zionis
Suaranya membuat pilu para penduduk langit

Tawa kepuasan yang memekak ke angkasa
Mengapung dari seonggok daging mirip manusia
Yang hewanpun lebih mulia darinya

Mereka kira, serangannya mampu menggetarkan
Pribadi-pribadi beriman yang bertahan di barisan depan
Mereka kira, kecaman dan pembantaian
Mampu mengucilkan mental wanita-wanita pilihan
Memenjarakan keberanian anak-anak incaran
Yang dalam dadanya tersimpan rapi ayat-ayat al-Qur’an
Yang dari lisannya mengalun merdu untaian firman-firman Tuhan

Indera manusia mudah tertipu penilaian zahir
Sedang yang bathin ialah yang hakiki
Bahwa syahid adalah kemenangan yang mereka nanti
Bahwa tawakkal padaNya sumber ketenangan hati
Bahwa sesungguhnya mereka tidak pernah mati
melainkan berpindah hidup di sisi Ilahi
Bahwa perpisahan sekejap di bumi
adalah tebusan bagi pertemuan sejati di tempat yang Abadi

Kita yang merasa lebih beruntung ini
bisa jadi bahkan lebih menderita dari apa yang mereka alami
hanyut dalam singkatnya kegembiraan duniawi
padahal hati tertawan, diperdaya nafsu tiada kendali

Jika mereka sudah berhasil mengambil bagian
dengan kesabaran optimal dan kukuhnya keyakinan
tawakal yang telah mapan dengan tingginya keimanan
Maka dimana letak keberuntungan kita?
ketika dalam kesempatan yang diberikan,
tak mampu jua kita ambil bagian

Generasi Shalahuddin al-Ayyubiy 
menunjukkan bagaimana al-Quds dikuasi kembali
dari peperangan yang gagal dimenangi berkali-kali
ialah pendidikan yang ditanam berpuluh tahun
yang dipupuki kesabaran para mukhlisin
dan disemai oleh generasi berikutnya
berupa peradaban cemerlang yang unggul dalam seluruh aspek kehidupan..
mampukah kita mengulang,
dengan kadar kesabaran yang sama?
rela menanam yang hasilnya baru dirasakan dalam bilangan masa yang lama..

Aduhai insan yang peka,
pertanda hati masih mampu ditembus cahaya
meski jeritan anak-anak tak berdosa tidak didengar para durjana
meski tangisan insan mulia diredam rudal-rudal iblis berwajah manusia
namun, sesungguhnya ALLAH kita Maha Mendengar
bahkan suara hati yang tak tersampaikan lisan

Sang Maha Pengasih dan Penyayang takkan membiarkan
hamba-hambaNya terdzalimi
Ketaatan sepanjang hayat, kan berbuah kelak di akhirat
sungguh balasanNya jauh lebih indah, dari anggapan-sangkaan yang pernah ada



ditulis 17 Ramadhan 1435 H
2 minggu setelah serangan Israel membabibuta
160 orang lebih meninggal dunia, terbesar anak-anak dan wanita
1400 lebih luka-luka
500 lebih bangunan rata dengan tanah.


28 Ramadhan 1435 H
Lebih dari 800 korban meninggal dunia
4500 lebih luka-luka
Masjid-masjid dihabisi
Rumah sakit menjadi target-target serangan zionis Israel


9 Syawal 1435 H
Lebih dari 1700 orang meninggal dunia,
Hampir 10.000 orang luka-luka
Apa yang ditunggu oleh para penguasa?
Dimana sembunyinya tangan-tangan mereka?


malam Dzulqo'idah
gencatan senjata zionis Israel (meski lebih nampak sebagai bentuk ketakutan)
pembantaian manusia yang berlangsung selama lebih kurang 7 pekan
dengan korban lebih dari 2200 jiwa warga Palestina meninggal dunia
belasan ribu korban luka-luka, dengan anak-anak dan wanita sebagian besarnya
tetapi bersamaan dengan itu para ummahat Palestina melahirkan bayi-bayi kembar dengan jumlah yang tidak biasa..

ALLAHU AKBAR!

Allahummanshur ikhwaananal mujaahidiina fii Filistin wa fii kulli makaan wa fii kulli zamaan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar