Pages

Minggu, 10 Agustus 2014

Di Bawah Rembulan


                                                                                              sumber: google
                                                                                               


Malam terang, langit kebiruan

Seperti hati yang memandangnya

Cahaya lampu dan segala di bumi

Tak sanggup menandinginya

Rembulan



Pikiran yang beterbangan memandanginya

Berhamburan ingatan masa silam

Terkesima sejak awal pandang

Rembulan di atas genting rumahku



Saat mata lekat memandang

Tak mampu jua ia memejam

Takut kalau-kalau rembulan hilang

Ditelan pekatnya malam



Melambung pikiran hendak menggapainya

Mengkhayal mendekatinya

Merasakan lebih jelas sinarnya

Menatap bumi dan cahayanya



Rembulan tidak pernah berubah

Meski sinar bumi tidak seterang dulu

Meski manusia bosan menatapnya

Rembulan tetap ditempatnya

Mengerjakan dengan taat perintah Tuhannya



Andaikan kesetiaan seperti cahayamu

Sedang ramainya seperti cahaya di bumi

Benderang sekejap, meredup seketika

Bercahaya dimulut, meluap begitu cepat



Langit malam penuh misteri

Rembulan menjadi pelakon utamanya

Suara bising yang meredup

Ditelan misterinya, dilenakan tiupannya

Namun mereka yang terjaga

Menelusuri rahasia malam

Menjejaki pesan rembulan

Bukan silau pada pesona

Tetapi menjemput yang sebaliknya.




purnama di pertengahan Syawal, 21.59

Tidak ada komentar:

Posting Komentar