sumber: google
Malam terang, langit kebiruan
Seperti hati yang memandangnya
Cahaya lampu dan segala di bumi
Tak sanggup menandinginya
Rembulan
Pikiran yang beterbangan memandanginya
Berhamburan ingatan masa silam
Terkesima sejak awal pandang
Rembulan di atas genting rumahku
Saat mata lekat memandang
Tak mampu jua ia memejam
Takut kalau-kalau rembulan hilang
Ditelan pekatnya malam
Melambung pikiran hendak menggapainya
Mengkhayal mendekatinya
Merasakan lebih jelas sinarnya
Menatap bumi dan cahayanya
Rembulan tidak pernah berubah
Meski sinar bumi tidak seterang dulu
Meski manusia bosan menatapnya
Rembulan tetap ditempatnya
Mengerjakan dengan taat perintah Tuhannya
Andaikan kesetiaan seperti cahayamu
Sedang ramainya seperti cahaya di bumi
Benderang sekejap, meredup seketika
Bercahaya dimulut, meluap begitu cepat
Langit malam penuh misteri
Rembulan menjadi pelakon utamanya
Suara bising yang meredup
Ditelan misterinya, dilenakan tiupannya
Namun mereka yang terjaga
Menelusuri rahasia malam
Menjejaki pesan rembulan
Bukan silau pada pesona
Tetapi menjemput yang sebaliknya.
purnama di pertengahan Syawal, 21.59

Tidak ada komentar:
Posting Komentar