Pages

Rabu, 27 Agustus 2014

Diam-diam Memperhatikanmu



Diam-diam aku memperhatikanmu,
Sejak awal bertemu kau tantang aku dengan diam dan acuhmu
Kau hidupkan glora batinku, memacu adrenalinku untuk menaklukkan hatimu
Waktu terus bergulir dan aku tidak pernah kehabisan ide dalam pikiran, merebut hatimu

Diam-diam

Diam itu mulai terusik, bibir itu mulai melengkung, kebekuan mulai mencair
Nada marah yang berganti manja, air kecewa berganti bahagia
Kau menyukai hampir setiap leluconku
Kau menikmatinya, setiap ulah jahilku

Aku tahu aku telah berhasil mengetuk pintu hatimu
Saat geleng kepalamu berganti anggukan malu-malu
Tetapi aku selalu pura-pura tidak tahu, tidak tahu perubahanmu
Dan segala hal yang tak bisa kau sembunyikan dariku

Hingga saat kau mulai mau mendengarku, meledekku,
Bersender manja di balik punggungku
Atau memintaku memangku tubuh yang semakin nampak besar itu
Aku tahu aku telah kau persilahkan memasuki hatimu
Tetapi aku hanya mensyukurinya dalam hati
Di balik canda-canda kita, ada rasa haru yang begitu

Kau tahu, dirimu hari ini seperti kemustahilan masa lalu
Saat kau panggil aku dengan senyuman manismu
kau ceritakan rahasia-rahasia batinmu
melakukan apa yang dahulu kau bantah dariku
Saat kau mulai tumbuh dengan kecerdasan dan kesantunan sikapmu
Aku bersyukur menjadi bagian dalam hidupmu

Meski hanya,
                Diam-diam mengamatimu

Aku yakin tiada yang sia-sia jika kita berupaya optimal
Allah Mahamelihat dan Mendengar doa-doa kita
Aku hanya harus melakukan yang termampu
Meski keterbatasan tak mampu menghantarkan pandanganku di masa depan

Meski sisa waktuku tak banyak disisimu,
Namun aku berharap apa yang pernah kita lalui
Menemanimu lebih lama dari ragaku yang semu

Meski pertemuan kita begitu singkat,
Namun aku berharap makna yang sampai kepadamu
Kan terus melekat

Meski masa depanmu lebih berwarna dan menarik bagimu,
Namun semoga apa yang pernah aku torehkan,
Memberi warna yang utuh dihatimu, untuk waktu seterusnya
Yang kelak akan mempengaruhi warna-warna lainnya
Dalam jiwamu yang kaya

Tertanda,
sahabat 'dewasa' yang selalu mendoakanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar