Pages

Kamis, 09 Oktober 2014

Jendela Baru Perpus'ku'



Aku punya mimpi yang kulemparkan pada pegunungan
Aku punya harap pada awan-awan tebal
Aku punya cita pada hamparan rerumputan
dalam keterbatasan, aku punya jendela
dalam sekejap memandang, semua kudapatkan
meski tidak serta merta mendatangkan jawaban

Lemari yang tertutup rapat
Buku-buku yang telah berdebu
Kayu yang mulai lapuk, menitikkan ampasnya di sekitar kertas-kertas lusuh
Kulemparkan pandangan
rasanya begitu menghibur
Meski segalanya perlu waktu, namun yang kudapat ketenangan saat itu

Aku begitu bersyukur di tengah segala kekecewaan
Pikiran yang belum menemukan tempat berlabuh
Perpus yang pengap
Jendela-jendela yang tanpa sandaran
setidaknya, kebosanan mereka menjadi hiburan lain
adalah ladang menikmati segalanya
dalam rahasia yang disuguhkan jendela baru perpus'ku'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar