Pages

Kamis, 27 November 2014

Tis

Tis,

di hari spesialmu ini, aku mau ngucapin terima kasih yang teramat besar.
Terima kasih sudah bertahan menjadi sahabat yang baik selama lebih dari 5 tahun.
Terima kasih sudah bertahan dengan segala kekurangan dan keanehan sikap yang kumiliki.
Terima kasih sudah menjadi pendengar yang baik atas setiap cerita dan kisah hidupku.
Terima kasih sudah menjadi salah satu guru dalam pengalaman hidupku.
Terima kasih sudah menjadi saksi perubahanku, dan bershabar dengan segala ketidaktahuanku.
Terima kasih untuk terus menemaniku saat teman-teman yang lain menjauhiku.
Terima kasih sudah meladeni segala kesok-tahuanku.
Terima kasih atas nasihat dan teguran yang dengan berat hati kau sampaikan jua demi kebaikanku.
Terima kasih.
Semoga niat mulia sejak awal tidak bergeser dalam hatimu.
Yang karenanya menjadikanmu tetap bertahan.
Semoga segalanya tidak sia-sia, segalanya tumbuh menjadi buah yang manis meski tidak di sini kau cicipi jua akhirnya. Keikhlasan adalah lebih berharga dari segala ucapan terima kasih berapa kalipun dihaturkan. Keikhlasan yang lebih kokoh daripada sikap tidak acuh dan kasih yang tak terbalaskan. Keikhlasan yang dibangun setiap waktu, begitu berat aku tahu.

Tis,
friendster itu, jaket biru itu, sepeda itu,
daypack itu, sandal track itu, botol minum itu,
senyum itu, tatapan itu, rangkulan itu,
hangat.
hangat yang disalurkan dari
seorang ibu yang tersadar dini hari sekali
menyiapkan hari saat manusia-manusia lain masih dibuai mimpi
seorang bapak dengan sepeda dan senyumannya yang begitu ramah
seorang kakak bijaksana nan jelita rupanya
dan seorang adik muslimah  yang punya segudang cita-cita

Tis,
Foto-foto itu, bingkai itu, tulisan itu,
Sandal track itu, buku itu, piring itu,
Pesan-pesan itu, buku-buku itu, filem-filem itu,
Masih mengalirkan semangat bahkan setiap kali aku (hanya) memikirkannya
Semangat yang berusaha kau tularkan saat kau menggenggamnya, menulisnya, memotretnya
Ia terus melekat di sana, selama masih ada hati yang mengaharap keberkahannya.

Tis,
Puncak-puncak itu,
Mimpi-mimpi itu,
Masih mengikuti langkah kita meski terkadang kita (sudah) lelah melangkah
Selama kita tidak berhenti, akan sampai jua kita akhirnya
Jikalau bukan dunia, Allah kita menjanjikan tempat lainnya
Sebab seperti katamu, puncak tetap ditempatnya
Dan janji tidak pernah dilanggar-Nya.

Tis,
Kita baru saja mendaki
Kita baru memulai perjalanan
Allah sampaikan kita pada hari ini
Dengan bekal yang kita kumpulkan sebelumnya
Tetapi ini sungguh tidak seberapa,
Dibanding mengajak serta orang lain bersama,
Alangkah berat.
Tetapi selama hati dengan rela bersedia
Allah senantiasa bersama kita.

Tis,
Kesadaran yang selalu harus dijaga
Hati yang harus selalu dibersihkan
Niat yang harus selalu dikembalikan
Kesabaran yang harus selalu ditegakkan
Hawa nafsu yang harus selalu ditundukkan
Fikir yang harus selalu dilakukan
Renung yang harus selalu disempatkan
Doa yang harus selalu dipanjatkan
Harap yang harus selalu dihidupkan
Semangat yang harus selalu dibangkitkan
Putus asa yang harus selalu disingkirkan
Cinta yang harus selalu ditumbuhkan
Semoga ALLAH memampukan.



khusus untukmu, TSW
Tertanggal  5 Safar 1436 Hijrah
27 November 2014 tahun masehi
Tanpa ucapan selamat
Tanpa foto-foto pengingat
Hanya doa khidmat
Dengan bayang-bayang masa lalu yang berkelebat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar