Sungguh, hidup kita belum apa-apa
Saat sinar mentari menembus lubang-lubang jendela,
Kita masih dibuai sisa-sisa mimpi semalam
Saat terbangun, hidangan sudah tersaji di atas meja makan
Saat kita masih kebingungan untuk apa waktu kita habiskan
Saat gelak tawa yang melulu mengisi hari dan minggu
Saat masih bisa kita membeli dan meladeni hawa nafsu
Saat telinga kita tersumbat nada-nada penuh tipu daya
Hingga jerit tangis yang nyata tak lagi dirasa
Saat masih sempat kita bermanja, di bawah atap dunia
Memalingkan hasrat dan wajah kita menatap realita
Saat kita masih banyak bersandar pada kasur empuk dan angan-angan
panjang
Saat kita masih sibuk menghibur diri
Saat masih terlalu berat mendirikan sujud dalam rakaat yang khusu’
Di seprempat malam terakhir
Sungguh, hidup kita belum apa-apa
Saat setiap kali kantuk menerpa, kapan saja kita bisa tertidur
Saat lelah mengusik sedikit, dimana saja kita bisa beristirahat
Saat lelap lebih banyak dari terjaga
Saat berpikir lebih sedikit dari tertawa
Sungguh, hidup kita belum apa-apa
Lalu kita katakana kita pejuang?
Lantas, apa itu perjuangan????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar