Hampir lelah menelusuri
Jejak kebenaran dalam tanya tak bertepi
Timbul tenggelam menemani hari yang tak bernyawa
Coba mengubur tak hiraukan adanya
Makna menggiurkan sang jiwa
Mendamba kesejukan bagi hati yang lelah
Menghidupkan detik waktu seterusnya
Mengisi ruang hampa dengan irama yang searah
Duhai kau yang kuhormati
Sosokmu penghembus angin segar bagi sang hati
Mengidupkan kembali minggu yang mati
Menjembatani kemuliaan sejati
Kalau lah bukan karena kehendak Tuhan
Tak kugapai arah tujuan
Hilang semua sebab kegelisahan
Berganti nestapa oleh kepalsuan
Wahai kau yang kudambai
Karena ilmumu yang luhur lagi tinggi
Menjinak jiwaku dengan budipekerti
Menangisi diri mengingati Ilahi Rabbi
Begitu lembut engkau bertutur
Merasuk relung menggempur kufur
Menyapa jiwa syahwat pun hancur
Mengusir ragu dosa pun luntur
Perilaku hikmah kau amalkan
Berhias ilmu dan keikhlasan
Menegak adab wujud keadilan
Menjelma doa dan harapan
Semoga Allah memuliakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar