Pages

Senin, 16 November 2015

Jika saja,

Jika setiap orang menuntut untuk dimengerti, siapa yang sebenarnya paling berhak untuk dimengerti? Jika setiap orang punya masalah dalam hidupnya masing-masing, siapa yang paling pantas merasa paling bermasalah? Jika setiap orang punya kesedihan yang dilaluinya, apakah terlihat bahagia itu berarti kesedihan itu tiada? Jika Tuhan sudah memberi kadar bagi ujian setiap orang, pada siapa sebenarnya kita mengarahkan kemarahan kita? Jika setiap manusia memiliki perasaan yang sama, perhatian siapa yang kita tuntut sebenarnya? Jika kita meyakini ke Maha Adilan Tuhan, atas dasar apa kita membandingkan kehidupan kita? Apakah kita merasa lebih tahu dariNya?

Kalau saja setiap kali ingin menuntut perasaan kita dimengerti, lebih dulu kita menyadari tuntutan hal yang sama pada diri kita. Kalau saja setiap kali ingin membandingkan hidup, kita cari kemungkinan-kemungkinan yang mungkin tidak kita ketahui. Kalau saja disetiap senyum dan kegembiraan manusia, kita renungi baik-baik bahwa itu hasil perjuangan mereka. kalau saja kita tahu bahwa masalah kita belumlah seberapa. Kalau saja kita tahu, bahkan banyak yang lebih menderita dari kita. Kalau saja-kalau saja, niscaya bukan keluh yang terlontar, namun rasa malu yang besar.. Apakah keadilan Tuhan tidak cukup juga? Atau kita tidak benar-benar meyakininya.

Tapi apakah mudah disaat ingin dimengerti, saat itu pula kita sadari, bahwa hal yang sama diwaktu yang sama, dituntut juga pada diri kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar