Ada yang menepis dukanya dengan memperbanyak tawa, kiranya
itu bisa menjadi teman saat dirinya menyangka, ia dalam kesepian.
Ada yang mengalihkan kegelisahannya dengan membiarkan
dirinya hanyut dalam derama, cerita-cerita rekaan yang hanya berdurasi dua jam,
atau bahkan lebih singkat daripada itu. Habisnya hanya akan menagih cerita
berikutnya.
Ada yang berusaha menghilangkan derita dengan derita
lainnya, racun dia kira obat yang akan memusnahkan rasa sakitnya.
Ada juga yang merasa bisa membeli ketenangan dengan harga murah.
Dia lari ke ujung dunia, berpindah ke tempat lainnya. Tetapi yang dia lupa, selama hatinya dibawa, nestapa itu hadir bersama.
Bahkan ada yang menyangka, obat bagi pedih jiwanya, ada
dalam ketidaksadaran. Dia kira bersamaan dengan kesadarannya, jerit jiwanya
terbang bersama. Rupanya ada yang tetap tinggal, bahkan bertambah banyak saat
kesadarannya datang kembali.
Bagi mereka hidup mungkin tragedi. Bukan karena bahagia itu
tidak ada, tetapi mereka berusaha terus mengingkarinya. Agar selalu punya alasan
untuk berbuat sesukanya. Sungguh kita jangan begini,
Ketidaksiapan mereka mengunjungi tempat bahagia, sebenarnya
hanya menampakkan keangkuhan dan kemalasan. Mereka lebih siap menjumpai rasa
sakit, meskipun itu bukan lagi rahasia. Sungguh, kita jangan begini.
Akankah bisa kita dapati mutiara asli tanpa menyelami
gelapnya dasar laut?
Jika hanya ada satu jalan menemui tujuan, tidak usah
coba-coba jalan lainnya. Apalagi membuka jalur sendiri padahal seluruh tanda dalam
peta mengarah padanya. Tidak perlu juga pura-pura tidak sanggup padahal kaki
masih mampu menapak, lambung dan paru-paru masih bekerja. Tidak perlu. Masuki dan
hadapilah. Tanpa itu, tujuan hanya sebatas angan-angan dan kita terus saja
mencari cara mengingkarinya.
Jika hanya dengan melaluinya, maka laluilah. Jika bekal
kita hanya dengan ‘percaya’, maka peganglah itu sampai akhir, bisa jadi itu
kekuatan sebenarnya.
Tidak perlu pura-pura menghibur diri yang membuat hidup ini
bagai tragedi, lalui, hadapi, dan temui apa yang pada akhirnya (harus dan
pantas) kita jumpai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar