Pages

Selasa, 20 Februari 2018

Cita-cita menghidupkan manusia


Yang menjentikkan semangat seorang manusia adalah mimpinya. Keinginan dan gambaran bagaimana dirinya di masa depan. Mimpi membuat seseorang melupakan keadaannya di hari ini. Jika keadaan menyedihkan dirinya, mimpi lah yang akan menghiburnya. Mimpi membuat hari-harinya menjadi hidup, setiap detik menjadi penuh arti. Takkan ia sia-siakan. Waktunya menjadi teramat berharga. Ia bukan lagi melihat siapa dia di hari ini, sebab masa depan memberinya sebuah janji. Tak peduli saat ini untuk makan saja susah, tak ada uang membeli pakaian, bapaknya pengangguran, ibunya cuma tukang jualan gorengan. Tapi sungguh itu tidak membuat hari-hari yang ia lalui penuh kecewa. Tidak ada keluh karena memang tidak sempat. Pikirannya penuh dengan rencana-rencana. Rencana satu-rencana dua-rencana tiga dan seterusnya. Sampai lupa dia dengan lelah, tak dihiraukannya sinar matahari yang menghanguskan tengkuk dan lengannya, tak dilihatnya orang-orang yang memandangnya kasihan. Yang dilihatnya hanya impian. Dalam lamunananya, dalam makanannya, dalam rumahnya, dalam sendalnya. Sehingga siap ia menahan lapar, menahan malu, menahan kantuk. Tidak ada yang menyuruhnya untuk bertahan. Tidak ada yang membesarkan hatinya untuk bersabar. Orang-orang besar yang ditemuinya, besar harta dan juga tahta, sudah terlalu sibuk mengeluh tentang masalah-masalah mereka. Tidak ada bagian untuk dirinya. Tetapi tidak ia menjadi kecewa, mimpinya tidak butuh kasihan mereka-mereka. tidak perlu untuk dia diminta bertahan dan bersabar. Sebab mimpi telah menjadi lebih nyata ketimbang kehidupannya.

-jika kita tidak bisa membantu banyak untuk orang-orang yang lebih kekurangan daripada kita. berikan mereka kesempatan DAN keyakinan untuk bermimpi.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar