Yang menjentikkan semangat seorang manusia adalah mimpinya. Keinginan
dan gambaran bagaimana dirinya di masa depan. Mimpi membuat seseorang melupakan
keadaannya di hari ini. Jika keadaan menyedihkan dirinya, mimpi lah yang akan
menghiburnya. Mimpi membuat hari-harinya menjadi hidup, setiap detik menjadi
penuh arti. Takkan ia sia-siakan. Waktunya menjadi teramat berharga. Ia bukan
lagi melihat siapa dia di hari ini, sebab masa depan memberinya sebuah janji. Tak
peduli saat ini untuk makan saja susah, tak ada uang membeli pakaian, bapaknya
pengangguran, ibunya cuma tukang jualan gorengan. Tapi sungguh itu tidak
membuat hari-hari yang ia lalui penuh kecewa. Tidak ada keluh karena memang
tidak sempat. Pikirannya penuh dengan rencana-rencana. Rencana satu-rencana
dua-rencana tiga dan seterusnya. Sampai lupa dia dengan lelah, tak
dihiraukannya sinar matahari yang menghanguskan tengkuk dan lengannya, tak
dilihatnya orang-orang yang memandangnya kasihan. Yang dilihatnya hanya impian.
Dalam lamunananya, dalam makanannya, dalam rumahnya, dalam sendalnya. Sehingga siap
ia menahan lapar, menahan malu, menahan kantuk. Tidak ada yang menyuruhnya
untuk bertahan. Tidak ada yang membesarkan hatinya untuk bersabar. Orang-orang
besar yang ditemuinya, besar harta dan juga tahta, sudah terlalu sibuk mengeluh
tentang masalah-masalah mereka. Tidak ada bagian untuk dirinya. Tetapi tidak ia menjadi
kecewa, mimpinya tidak butuh kasihan mereka-mereka. tidak perlu untuk dia diminta
bertahan dan bersabar. Sebab mimpi telah menjadi lebih nyata ketimbang kehidupannya.
-jika kita tidak bisa membantu banyak untuk orang-orang yang lebih
kekurangan daripada kita. berikan mereka kesempatan DAN keyakinan untuk
bermimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar