Pages

Rabu, 07 Februari 2018

Ilmu yang meneguhkan.

Tanpa ilmu. Tiada keteguhan itu. Sebab ilmu menghasilkan keyakinan. Semakin jelas keyakinan, semakin kuat keteguhan. Kejelasan keyakinan bahkan mampu melebihi kejelasan panca indera. Keyakinan mewujud menjadi penglihatan lain. ‘Penglihatan lain’ ini dipupuk dengan ilmu. Tidak dengan yang lain. Tidak dengan semangat. Tidak dengan seruan. Tidak dengan janji atau sumpah. Sehingga yang seharusnya kita percayai adalah orang-orang berilmu. Mereka teguh. Karena mereka tahu. Pengetahuan mereka tumbuh, lalu menjadi pasak aksi-aksi mereka. Tidak peduli apakah ada yang mengikuti dan mempercayai. Satu dengan seratus orang sama saja. Sebab mereka melaju karena ilmu, bukan karena mereka yang berada di belakang mereka. Orang yang memiliki keyakinan tidak pernah kesepian. Meski seorang diri menempuh perjalanan. Karena jalan mereka adalah jalan kebenaran. Cepat atau sangat lambat, akan ada yang mengikuti. Meski mengambil tempo yang sangat lama dalam kesendirian, pikiran dan jiwa mereka tidak pernah sepi dari kesibukan. Sibuk menancapkan pasak untuk tiang-tiang amal mereka. Mereka terlalu hidup dari yang hidup atau merasa sedang hidup. Langkah mereka berat oleh keyakinan. Karenanya sulit diikuti, apalagi disaingi. Kadang mereka nampak tidak peduli, oleh sebab berita yang telah menjadi basi di mata batin mereka tetapi baru disadari mata kepala manusia lainnya. Hati mereka waspada siang dan malam, ramai dan tenang. Bagaimana bisa orang-orang yang menghujani mereka dengan sangkaan dan tuduhan, adalah mereka yang tertidur saat malam dan lalai saat siang. Bukankah orang-orang seperti ini telah tertinggal jauh, oleh langkah yang terus berjalan di siang dan malam hari. Alangkah sabar gerangan dirinya. Mungkin lautanpun menjadi sempit dibandingkan hatinya. Alangkah sabar gerangan diri. ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang beruntung dapat mengenali mereka, dan kuatkan kami mengikuti langkah mereka, meski keyakinan kami tidak senyata mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar