Pages

Senin, 06 Juni 2022

Yah,

 Yah, sudah lama sekali ya rasanya.
berbicara selepas hari kemarin, tertawa selebarnya, tanpa beban.
tidak pula mata-mata yang memandang heran.
tidak kita pedulikan karena kemarin adalah hari yang patut kita rayakan.
bersyukur sungguh aku panjatkan, kepada-Nya Tuhan semesta alam.

ntah ini kali ke berapa aku menulis soalmu dan tentang kita,
sejak beberapa tahun terakhir kejadian demi kejadian,
yang tak pernah kita harapkan bahkan ada dalam bayangan,
sebagian hikmah mungkin masih Ia rahasiakan.

terima kasih karena belum berubah ayah,
kulit yang menghitam diterpa sinar matahari terus menerus,
janggut yang memanjang dan uban yang melebat,
sakit kulit yang semakin melebar,
nyatanya tidak mengubah ayahku, tetap seperti dulu,
saat berdiskusi denganmu adalah hal paling mengasikkan.
rasanya tidak ada yang bisa mendengarku sebaik dirimu,
meski lagi-lagi masih sulit bagimu bahkan membeli 2 cangkir kopi.

aku kira kepedihan yang kita lalui beberapa waktu terakhir ini,
membuatku tak dapat menikmati perbincangan-perbincangan kita lagi.
aku kira aku tidak akan bisa mendengarmu seperti dulu lagi,
berganti pandangan kecewaku berkali-kali.
rupanya itu semua nilainya lebih tinggi,
dibanding yang kita alami berkali-kali.
aku bersyukur dengan semua ini, ayah.
ada sisi dalam dirimu yang senantiasa terpelihara ayah.
meski dunia dan derita barangkali berusaha mengubahnya.

ntahlah yah, aku meyakini sesuatu di kedalaman jiwaku.
bahwa bukan kita begini adalah salahmu sepenuhnya,
memelihara sebagian sisi dalam dirimu., 
tetapi ujian yang kita hadapi ini,
amat dahsyatlah duhai ayah, memaksaku berubah memandangmu
dan menyalahkan semua masa lalu kita yang teramat indah,

aku percaya ayah,
hanya waktunya saja belum tiba,
menunjukkan apa yang lebih berharga,
dari mewahya dunia.

semoga kita dapat bertahan, ayah
ntar sampai berapa lama lagi waktunya,
kita serahkan pada Sang Empunya.
kita jangan berhenti berusaha,
mempertahankan yang berharga sepenuhnya,
kita jangan terlena,
kegalalan yang kita peroleh bertubi-tubi
kekecewaan berkali-kali,
kehinaan duniawi,

rasanya cukup beberapa waktu yang sempat kuhabiskan denganmu,
mengembalikan keyakinanku,
bahwa kita hanya sedang berada dalam ujian dunia,
keadaan yang kita alami saat ini, tidak berarti kita berada di tempat yang salah.
hanya waktunya belum tiba,
saat kebenaran terungkap sepenuhnya,
dan luka kita terobati seluruhnya.
insya Allah. masa itu kan tiba juga,
apabila Allah berikan kita kekuatan,
dan menganugerahkan kita kemenangan dalam pertahanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar